Martapura, Januari 2026 – Kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar berdampak pada meningkatnya laporan kemunculan hewan liar di area permukiman warga. Salah satu yang paling sering dilaporkan adalah keberadaan ular, baik jenis phyton maupun kobra, yang masuk ke rumah, halaman, hingga kendaraan milik warga.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar melalui regu piket secara sigap melakukan serangkaian penanganan dan evakuasi ular sejak Senin hingga Kamis, 5–8 Januari 2026. Seluruh penanganan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, keselamatan warga, serta keamanan petugas di lapangan.
Pada Senin, 5 Januari 2026, regu piket DPKP menerima beberapa laporan hampir bersamaan dari berbagai lokasi di wilayah Martapura dan sekitarnya. Salah satunya adalah laporan adanya anak ular phyton yang ditemukan warga di dalam dapur rumah di Kelurahan Tanjung Rema Darat. Petugas dari Mako Damkar Pleton 3 segera menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi ular tersebut dengan aman. Ular kemudian dibawa ke Mako DPKP untuk dikarantina sementara sebelum dilepasliarkan kembali jauh dari permukiman.
Masih di hari yang sama, petugas juga mengevakuasi ular phyton yang masuk ke rumah warga di kawasan Jalan A. Yani Gang 46, Kelurahan Jawa, Martapura. Selain itu, laporan serupa diterima dari wilayah Kertak Hanyar, tepatnya di kawasan perumahan Zahra Green Residence. Di lokasi ini, petugas Pos Sektor Gambut berhasil mengamankan ular phyton dengan panjang kurang lebih dua meter yang berada di halaman rumah warga.
Pada malam harinya, regu piket kembali menerima laporan terkait keberadaan ular yang bersembunyi di dalam kendaraan roda dua milik warga di kawasan Tanjung Rema. Petugas segera melakukan evakuasi untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan pemilik kendaraan maupun warga sekitar.
Rangkaian penanganan berlanjut pada Selasa, 6 Januari 2026. Sejak pagi hari, petugas DPKP kembali bergerak ke sejumlah titik laporan. Di wilayah Martapura Timur, petugas mengevakuasi ular phyton yang ditemukan di bawah rumah warga. Dalam penanganan tersebut, ular diketahui sudah dalam kondisi mati, sehingga dilakukan pembersihan dan pengamanan area guna menghindari dampak kesehatan akibat bau menyengat.
Pada hari yang sama, laporan evakuasi ular kobra diterima dari beberapa wilayah di Kecamatan Astambul. Ular kobra ditemukan di sekitar rumah warga, mulai dari area belakang tempat pengisian air bersih hingga bersembunyi di bawah mesin cuci. Seluruh ular kobra berhasil dievakuasi dengan aman dan selanjutnya diamankan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman.
Selain di dalam rumah, ular juga ditemukan berada di dalam box motor warga di kawasan Kecamatan Gambut. Petugas Pos Sektor Gambut dengan sigap melakukan evakuasi dan memastikan situasi benar-benar aman sebelum kembali ke posko.
Penanganan kembali dilakukan hingga malam hari ketika petugas menerima laporan ular kobra yang masuk ke rumah warga dan bersembunyi di belakang lemari pakaian. Ular tersebut berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.
Rangkaian evakuasi berlanjut pada Rabu, 7 Januari 2026, ketika petugas Mako Damkar Pleton 2 mengevakuasi ular phyton yang berada di atas plafon rumah warga di Desa Tungkaran. Ular berhasil diamankan dan dibawa untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, pada Kamis dini hari, 8 Januari 2026, petugas kembali melakukan evakuasi ular kobra yang ditemukan di dalam kamar rumah warga di wilayah Martapura Barat. Penanganan dilakukan secara cepat dan terukur untuk memastikan keselamatan penghuni rumah.
Sehubungan dengan meningkatnya laporan tersebut, DPKP Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada selama kondisi banjir. Warga diminta untuk tidak mencoba menangani ular atau hewan berbahaya secara mandiri, serta segera melaporkan kepada petugas Damkar apabila menemukan keberadaan hewan yang berpotensi membahayakan.
